Kamis, 06 Desember 2012

UPAYA PERLINDUNGAN DIRI DAN PENCEGAHAN INFEKSI


1.      Pengertian Penyakit Infeksi
Penyakit infeksi adalah suatu keadaan sakit yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti bakteri atau virus yang dapat menular.

2. Cara penularan infeksi dengan kontak langsung maupun tidak langsung
Kontak langsung terjadi melalui kontak dengan cairan tubuh, kontak melalui luka terbuka atau jaringan lunak yang terbuka, atau kontak dengan mukosa di mulut, mata atau hidung.
Kontak tidak langsung terjadi melalui pathogen yang ada di udara yang tersebar melalui partikel kecil selama bernafas, batuk atau bersin, atau dengan benda yang terkontaminasi seperti jarum.


3.     Tanda dan gejala penyakit infeksi.
Tanda merupakan perubahan yang dapat terukur dengan jelas dan nyata, sedangkan gejala adalah hal yang dirasakan secara subjektif. Dalan hal mengenai gejala dan tanda infeksi pada seseorang biasanya sangat berbeda – beda. Hal ini disebabkan karena perbedaan penyebab infeksi itu sendiri atau perbedaan tiap penderita.
Gejala universal atau yang paling sering muncul biasanya adalah demam. Tanda dari demam ini yaitu berupa peningkatan suhu diatas 37°C. Gejala lain yang dapat timbul seperti :
a.      mual dapat disertai muntah,
b.      pusing kepala,
c.        warna kekuningan pada mata dan kulit telapak tangan,
d.      batuk, kesulitan bernapas,
e.       diare, badan lemah, penurunan berat badan.

Secara umum maka gejala bila kita terinfeksi : demam, batuk, sakit kepala, mata kuning (bila hepatitis), diare (mencret), kelemahan umum, pengurangan berat badan. Harus segera diingat bahwa penyakit AIDS, Hepatitis dan TBC tidak segera menimbulkan gejala, karena membutuhkan waktu (dikenal sebagai masa inkubasi). Juga dapat saja penderita sebenarnya mengandung kuman, namun tanpa gejala, dan dapat saja menularkan penyakitnya. Ini dikenal sebagai “carrier” (pembawa kuman).

4.    Tindakan Pencegahan Diri Terhadap Infeksi
Cara mencegah penularan penyakit menular adalah dengan :
a.      Selalu cuci tangan. Lakukan ini walaupun sudah memakai sarung tangan.
b.      Membersihkan alat –alat yang telah digunakan atau tercemar oleh cairan tubuh dan kotoran.
c.   Memakai perlengkapan proteksi diri (PPD) termasuk disini adalah kaca mata dan sarung tangan.

Pembersihan alat. Dapat dengan cara pencucian memakai air dan sabun, dapat dengan cara desinfeksi memakai bahan kimia (untuk mematikan kebanyakan kuman) seperti alcohol atau yodium, dapat juga dengan cara sterilisasi dengan panas, sinar, atau bahan kimia (untuk mematikan semua kuman).
Perlengkapan pelindung (proteksi diri terhadap infeksi :
a.      Sarung tangan
b.      Masker (penutup mulut)
c.        Kacamata
d.      Apron (“celemek”) agar pakaian tidak terkena
e.       Sepatu yang baik

Alat proteksi diri yang saat ini dianggap cukup dan tidak berlebihan (dari segi biaya) adalah :
a.     Sarung tangan. Gunakan apabila ada kemungkinan kontak dengan darah atau cairan tubuh penderita.
b.  Kaca mata. Gunakan bila ada kemungkinan ada darah atau cairan tubuh yang menyembur (“muncrat”) dan dapat mengenai mata. Dapat digunakan kaca mata mainan anak – anak atau kaca mata tukang las yang melindungi bukan hanya dari depan, tetapi juga dari samping.
c.  Masker. Gunakan jika ada kemungkinan terkena darah atau cairan yang akan menyembur ke dalam hidung atau mulut anda.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar